Uncategorized

“Riview Jurnal” Sistem Telemedika Berbasis ICT Untuk Manajemen Fasilitas Unit Gawat Darurat

Sistem Telemedika Berbasis ICT untuk Manajemen

Fasilitas Unit Gawat Darurat

halaman url
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=323952&val=5676&title=Sistem%20Telemedika%20Berbasis%20ICT%20untuk%20Manajemen%20Fasilitas%20Unit%20Gawat%20Darurat

Jurnal Teknik Elektro Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2013

Terindeksasi oleh : Google search dan General Indeks
Hasil pencarian menggunakan general indeks by google search pada tanggal 16 Oktober 2018 12.15 WIB

File Jurnal berupa PDF jurnal

 

Menurut Asosiasi Telemedika Amerika (ATA) yang berdiri tahun 1993, Telemedika (telemedicine), adalah pertukaran informasi dari satu tempat ke tempat lain lewat komunikasi elektronik untuk kesehatan dan pendidikan, baik pada pasien ataupun kepada orang yang berminat pada kesehatan dengan tujuan untuk memperbaiki penanganan pasien. Teknologi telemedika ini berkembang sekitar awal tahun 1990-an.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan telemedika sebagai penghantar dari pelayanan kesehatan
dimana jarak adalah sebagai factor penghalang, dimana semua profesioanal kesehatan mengguanakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pertukaran informasi yang valid atas diagnosis, penanganan dan pencegahan dari penyakit dan kecelakaan, penelitian dan evaluasi, dan untuk keberlanjutan pendidikan provider kesehatan, dan bagi semua yang berminat kepada peningkatan kesehatan baik itu secara individu maupun bagi kelompok komunitasnya.
E-Health adalah penggunaan data digital yang ditransmisikan secara elektronik untuk mendukung pelayanan
kesehatan baik itu tingkat lokal maupun jarak jauh.Keuntungan dengan adanya telemedika antara lain:
1. Meningkatkan akses kepada pasien
2. Mengurangi biaya pasien
3.  Mengurangi keterpencilan akan kebutuhan dokter
4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan  (Satyamurthy, 2007)

Sistem telemedika berbasis ICT telah dikembangkan oleh kelompok keahlian Teknik Biomedika Institut Teknologi
Bandung dengan mengembangkan suatu konsep untuk pengelolaan masalah kesehatan masyarakat yang mengutamakan efektifitas, akseptabilitas dan keberlangsungan dari penerapan sistem secara nyata. Salah satu sistem yang mereka kembangkan adalah Sistem Telemedika untuk Manajemen Fasilitas Unit Gawat Darurat. Hal yang mendasar untuk mengembangkan sistem telemedika tersebut adalah Kebutuhan penanganan cepat dan tepat untuk pasien gawat darurat membutuhkan manajemen yang tepat. Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat secara umum dan khususnya pasien-pasien gawat darurat dibutuhkan suatu koordinasi antar rumah sakit terutama untuk rumah sakit yang mempunyai fasilitas tindakan terhadap keadaan kedaruratan medis.

Seperti pada umumnya perkembangan ICT untuk kesehatan dinegara berkembang masih banyak hambatan yang di hadapi dalam pengembangan dan penerapan sistem tekemedika berbasis ICT baik itu hambatan teknis maupun non teknis, terutama pada tahap implementasi. Pengguna adalah hal yang perlu dipertimbangkan karena memungkinkan bagi pengguna membutuhkan pengembangan IT dalam pelayanan manajemen unit gawat darurat. Dalam pengembangan telemedika ini perlu diperhatikan tentang isu-isu yang harus di pertimbangkan
antara lain :
1) Efektifitas nyata sistem

  1. Perancangan sistem berdasarkan kebutuhan nyata dari
    calon pengguna
  2. Kesesuaian dengan prosedur kesehatan yang terkait
    serta peraturan yang ada
  3. Nilai lebih yang dapat diberikan sistem (baik secara
    kualitatif tingkat pelayanan kesehatan maupun secara
    ekonomis) terhadap prosedur sebelumnya untuk
    masing-masing pihak
  4. Penggunaan teknologi yang memiliki reliabilitas tinggi  dan sesuai dengan kondisi lapangan

2) Akseptabilitas Sistem

  1. Dukungan penuh dari pihak organisasi kesehatan terkait/pengambil keputusan, diantaranya dengan pemasukan program telemedika dalam prosedur operasi resmi
  2. Dukungan penuh dari pihak pelaksana sistem (operator) dan penerima layanan kesehatan (masyarakat)
  3. Penerapan sistem harus didukung oleh peningkatan kemampuan SDM sesuai kebutuhan aplikasi sistem

3) Keberlanjutan sistem

  1. Akseptabilitas sistem secara jangka panjang
  2. Kemampuan pengguna untuk melakukan pengoperasian sistem baik secara teknis maupun non teknis, terutama dalam bidang ekonomis

4) Pengembangan lebih lanjut

  1. Perluasan daerah penerapan secara geografis
  2. Perluasan cakupan aplikasi ke jenjang pelayanan kesehatan lain ( dari tingkat kota menjadi tingkat propinsi/nasional, dsb.)
  3. Kebutuhan akan perluasan jenis pelayanan kesehatan yang mengaplikasikan telemedika

REFERENSI

  1. Sutjieredjeki E., Soegijok S,. Mengko T.R., Tjondronegoro S., Muhammad HU., Suherman, Aplikasi Sistem Telemedika Bergerak untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan di Daerah Pedalaman, Maj Kedokt Indon, Volume: 59, Nomor: 5, Mei 2009.
  2. Soegijoko, S., Perkembangan Terkini Telemedika dan E-Health serta prospek Aplikasinya di Indonesia, SNATI, TI FT UII, Yogyakarta, 2010.
  3. Irawan, Yoke S., Soegijoko S., Koesoema A.P., Sistem Telemedika Berbasis ICT Dalam Pengelolaan Masalah Kesehatan Masyarakat,
  4. Pusdatin Depkes RI, KepmenkesNo.837/Menkes/SK/VII/2007 tentang pengembangan Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS ONLINE), Jakarta, Indonesia, 2007.
  5. Lestari,W., Telemedika: Sarana Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dengan Teknologi Informasi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Surabaya, 2008.
  6. Satyamurthy LS, ISRO,s Experience in Telemedicine with SpecialReference to Telemedicine System, 2007.

 

Catatan :Review ini dibuat sebagai materi tugas MK "Teknologi dan Informasi" pada jurusan Kebidanan www.Stikesmi.id.com   Yang di ampu oleh Gey Sugiran AS,STP www.geri.my.id

 

jurnal

ratna

fangirl

You may also like...